Kamis, 11 Oktober 2012

Pamain kayu…

Amper hari-hari ini pajabat di pusat sampe daerah selalu babilang, kalu ini kondisi hutan di Indonesia so kasian skali, pokoknu so memprihatinkan. Cuma so itu, biar samua ada babilang bagitu, tapi ini kagiatan batabang kayu illegal rupa te abis-abis. Om susupo memang heran juga baliat ini kondisi, karna yang biasa tatangkap, cuma depe kayu, baru depe orang so te tau kamana.
Depe ajaib, ini kayu ada didapat, tapi depe orang rupa pe susah skali mo dicari. Kon depe ujung-ujung, akhirnya muncul itu status andalan, kayu temuan. Om susupo bapikir, ini badapat kayu illegal,so rupa deng badapat doi logam satu biji di jalan, karna sama-sama dibilang temuan, sebab depe tuan te ditau sapa.
Om susupi rasa, kalu memang mo ba usut butul-butul ini kayu illegal, coba karja bae-bae. Kalu cuma depe kayu yang didapat turus, so pasti depe orang masih kasana-kamari, kon ada batabang lagi di tampat laen. Yang bikin heran, biasa ada kayu yang ditangkap di atas oto, tapi cuma dianggap kayu temuan, kon depe sopir dikase biar saja. Bagitu juga deng itu kayu yang ditangkap di atas kapal, cuma depe kayu yang diambe, baru depe kapal yang bamuat so dikase biar. Mustinya sapa yang babawa itu kayu-kayu, mo sopir atau nahkodanya kapal, dipareksa dulu, kon suruh dorang mangaku, sapa depe tuan itu kayu. Kan te mungkin juga te ada yang basuruh muat sama dorang. Kalu dorang te mo mangaku, yah mustinya anggap saja so dorang depe tuan, karna dorang yang ada kadapatan babawa itu kayu illegal.
Kalu itu sopir truk atau nahkoda kapal yang dibikin jadi tersangka, so pasti dorang akhirnya mangaku sapa depe tuan itu kayu, daripada dorang yang akhirnya tababut kon maso panjara. Cuma memang yang bikin heran, te tau kanapa, kon akhirnya cuma depe kayu yang didapat turus, baru deng gampang dibilang jadi kayu temuan. Om susupo cuma mo kase ingat, kira-kira memang torang ini masih serius mo bakase bae ini hutan, supaya jang sambarangan dicurinya orang depe hasil, atau barangkali asal bikin tindakan saja, kon depe ujung-ujung cuma depe kayu yang disita.
Kan mustinya, te usah dibikin susah ini ba atasi kayu illegal, karna te mungkin itu kayu-kayu illegal ada nae di oto truk atau nae di kapal sandiri. So pasti ada yang bakase nae. Jadi kalu so te ada yang mo mangaku depe tuan, yah itu tuannya oto saja atau tuan kapal yang dibikin jadi tersangka.
Baru, om susupo juga mo kase ingat ini patugas kahutanan, coba rajin-rajin maso kaluar hutan, buat ba awasi itu hutan supaya jang sambarangan orang tabang depe pohon. Parcaya saja, kalu rajin maso kaluar hutan, pasti babadengar suara sensor yang ada manyala kon sementara dipake batabang kayu. Kalu memang ada badengar sensor, tinggal pigi tanya saja sama itu tukang sensor, dorang ada izin atau tidak, kon sapa dorang pe juragan yang basuruh batabang. Kalu dorang te mo mangaku, kon dorang memang te ada izin, yah berarti so dorang itu yang musti dijerat deng hukum. Cuma memang, ba urus soal pamain kayu, orang bilang memang repot, karna ini pamain kayu illegal, biasa memang so bakase siap depe sagala rupa buat bahadapi samua kemungkinan…**

Polhut Amankan Kayu Ilegal

MEDIA BANGGAI-Luwuk. Polisi Hutan (Polhut) Dinas Kehutanan Kabupaten Banggai, Rabu (10/10) kemarin, berhasil mengagalkan kayu illegal yang coba diseberangkan antar pulau dari Kabupaten Bangkep ke Kabupaten Banggai mempergunakan kapal motor kayu KM.Rossi. Hal itu diungkap Kepala Bidang Perlindungan Hutan Ir.Moh. Mursal Djamaludin, saat ditemui dirumahnya.
Dijelaskan Mursal, keberhasilan Polhut dalam menggagalkan penyelundupan kayu illegal tersebut atas informasi masyarakat, awalnya sekitar pukul 09.00 wita anggota Polhut menerima laporan adanya Kapal Motor (KM) Rossi yang mengangkut kayu dan berlabuh dipelabuhan Lalong Luwuk tepatnya dibelakang Luwuk Shoping Mall. Usai menerima laporan warga tersebut anggota Polhut lalu mengecek kebenaran informasi itu dan ternyata benar KM Rossi yang tengah berlabuh diketahui mengangkut kayu yang tidak disertai document sah.
“Informasi adanya kayu illegal yang diangkut kapal motor tersebut kami peroleh dari warga, tidak menunggu lama kami lalu melakukan pengecekan dan ternyata benar kapal tersebut memuat kayu yang tidak disertai dokumen pendukung yang sah, sehingga kayu kami amankan,” terang Mursal
Tidak mau berlama-lama, anggota Polhut yang dipimpin langsung Mursal lalu mengamankan kayu berjumlah 10 kubik tersebut kegudang penyimpanan milik Dinas Kehutanan mempergunakan satu buah truck. Saat dihitung keseluruhan kayu sebanyak 129 picis yang terdiri dari kayu rimba campuran serta kayu nyato dan suren.
“Saat ini kayu illegal tersebut sudah kami amankan dan disimpan dalam gudang penyimpanan yang terletak dikelurahan karaton, jumlahnya 129 picis atau sekitar kurang lebih 10 kubik,” tambahnya.
Menariknya Polhut saat itu hanya mengamankan kayu illegal, sementara kapal pengangkut barang illegal tersebut dibiarkan saja. Mursal mengatakan menyangkut persoalan penyelidikan atas temuan kayu tersebut, pihaknya menyerahkan pada Dinas Kehutanan Kabupaten Bangkep, mengingat asal usul kayu itu berasal dari wilayah seberang. Namun demikian pihaknya telah berkoordinasi dengan Dishut Bangkep menyangkut penyelidikannya. *irwan

Bupati Tak Bisa Lagi Terbitkan IUP

MEDIA BANGGAI-Luwuk. Sebagai tindak lanjut Rekonsiliasi Nasional Izin Usaha Pertambangan (IUP) Tahap I yang telah dilaksanakan pada tanggal 3 – 6 Mei 2011 dan berdasarkan hasil inventarisasi dan verifikasi atas data IUP yang telah diterima Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, telah dilaksanakan Rekonsiliasi Nasional IUP Tahap II untuk menyelesaikan IUP Non Clear and Clean di wilayah Sulawesi.
Seperti dikutip dari website resmi Ditjen Minerba, Pertemuan yang diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2012, bertempat di Jl. Prof. Dr. Supomo No 10 Jakarta Selatan Kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara ini dihadiri gubernur/bupati/walikota sewilayah Sulawesi, atau pejabat yang berwenang untuk membicarakan Rekonsiliasi Nasional IUP Tahap II.
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara tidak menerima lagi data IUP dan perizinan pertambangan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah, untuk diregistrasi sebagai data Nasional IUP setelah pelaksanaan Rekonsiliasi Nasional IUP Tahap II. Selanjutnya data IUP hanya dapat diregistrasi untuk Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang diterbitkan sesuai dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 melalui mekanisme lelang WIUP atau permohonan WIUP berdasarkan Wilayah Pertambangan yang ditetapkan oleh Menteri ESDM.
Sebelumnya dalam situs tersebut juga merilis pengumuman hasil rekonsiliasi IUP yang dinyatakan clean and clear oleh Ditjen Minerba Kementerian ESDM. Khusus untuk Kabupaten Banggai Per 30 Mei 2012, sebelumnya ada 3 menjadi 4 perusahaan masing-masing PT Anugerah Sakti Utama, dengan nomor SK IUP Operasi Produksi 541.15/738/DISTAMBEN yang luas wilayahnya mencapai 3.341 Ha, PT. Bumi Gemilang Perdana dengan no SK Operasi Produksi 545.15/147/distamben yang menguasai wilayah olahan 198 Ha sementara PT. Asindo Internasional Perdana yang menguasai lias wilayah 3.919 Ha dengan nomor SK 541.737/DISTAMBEN masih dalam tahapan Eksplorasi. Sedangkan per 1 Agustus 2012, hanya PT.Aneka Nusantara International dengan nomor SK 541.15/1980/DISTAMBEN yang luas wilayah operasinya 1.475 Ha, sudah mengantongi IUP Operasi Produksi.
Setelah pengumuman tersebut, perusahaan pemegang IUP clean and clear agar dalam waktu 30 hari setelah pengumuman itu wajib menyampaikan bukti setoran iuran tetap sampai dengan tahun terakhir (untuk IUP eksplorasi). Sedangkan untuk pemegang IUP operasi produksi wajib menyampaikan persetujuan UKL (Upaya Pengelolaan lingkungan) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan) atau AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan tapi pemegang IUP tidak menyampaikan dokumen sebagaimana dimaksud, maka pemegang IUP tidak akan diberikan sertifikat clear and clean.
Jika para pemegang IUP operasi produksi mineral tidak atau belum dapat memenuhi semua persyaratan itu, maka tidak dapat diproses rekomendasi untuk penjualan bijih (raw material atau ore) mineral keluar negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sementara Data dari BPLH Kabupaten Banggai melalui Kepala Bidang AMDAL, Abdullah Abubakar, tidak mengetahui persis soal AMDAL yang dimiliki ke 4 perusahaan tersebut. Ia berasalan bila Kabupaten Banggai belum memiliki lisensi untuk menerbitkan Amdal. “ Kami hanya mengelola dokumen dibawah Amdal seperti UPL dan UPK, kalau Amdal masih ditangani oleh propinsi “ terangnya. *heRu

Pansus Angket Segera Bekerja

MEDIA BANGGAI-Luwuk. Setelah lama tak terdengar kabarnya menyusul kesibunan Dewan Banggai membahas dan menetapkan RAPBD Perubahan tahun 2012, panitia khusus (pansus) angket kasus dugaan jual beli laut dan pesisir di Maahas Luwuk, dikabarkan akan segera memulai pekerjaannya dalam waktu dekat ini.
Hal ini disampaikan anggota pansus Ibrahim Darise kepada wartawan Rabu (10/10) kemarin di Luwuk.
Sebagaimana diketahui, pansus angket dibentuk melalui rapat paripurna Senin (24/9) silam. Saat itu, tujuh fraksi menyatakan kesepakatannya untuk membentuk pansus baru dengan memberi ‘senjata’ berupa hak angket, atau hak menyelidiki, menyusul tidak tuntasnya kerja-kerja pansus kasus reklamasi pantai dan dugaan penjualan laut di Maahas, karena terkendala persoalan kewenangan dewan untuk melakukan penyelidikan dan penelusuran secara mendetail.
Menurut Ibrahim Darise, pansus yang memiliki ‘senjata’ bernama hak angket, akan kembali memanggil berbagai pihak untuk dimintai keterangannya dibawah sumpah. Pansus juga akan melakukan penelusuran mendalam atas kasus tersebut, hingga bisa diketahui siapa yang diduga menjual laut dan pesisir pada Meilin Rustjo.
Sejauh ini kata politisi PAN ini, saat permintaan keterangan melalui rapat pansus, berbagai pihak yang diduga terlibat dalam kasus itu, maupun mengetahui informasi soal dugaan transaksi di pesisir pantai, seperti Suharto Lalusu, Fatlun Madusila, Meilin Rustjo, Camat Luwuk kala itu yakni Isnaeni Larekeng dan Lurah Maahas Ramli, belum dikonfrontir secara mendetail dibawah sumpah, sehingga masih banyak hal yang menimbulkan pertanyaan. Bahkan kata dia, masih ada pihak yang belum sempat dipanggil seperti Hamzah Husain. Karena itu kata dia, kerja pansus angket diharap dapat berjalan seserius mungkin, termasuk kalau perlu membongkar dugaan keterlibatan pejabat dalam kasus tersebut. Ia juga menegaskan, tidak akan ada lagi kendala dan alasan, hingga kerja pansus angket tak maksimal, sebab sudah ada alokasi anggaran melalui APBD Perubahan yang baru ditetapkan lalu. Dengan demikian tandas Ibrahim Darise, kerja-kerja pansus dapat dipastikan maksimal dan tidak terkendala apapun, sehingga pernyataan ketua Dewan Banggai Samsulbahri Mang yang meyakini pansus mampu menelusuri dan membongkar semua hal, termasuk kemungkinan adanya pejabat yang terlibat, juga dapat terlaksana dan hasilnya jelas.
Ia menambahkan, pansus angket DPRD tentang dugaan penjualan dan pembelian laut dan pantai di Maahas, akan bekerja sesuai kewenangan yang diberikan oleh UU RI nomor 27 tahun 2009, pasal 361 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3, Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 2010 pasal 17, ayat 2, ayat 3 dan ayat 4, serta Peraturan DPRD Banggai nomor 2 tahun 2010, pasal 22 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3. Dengan kewenangan yang ada tegas Ibrahim Darise, maka pansus angket diyakini akan mampu bekerja memenuhi harapan berbagai pihak, termasuk harapan ketua DPRD Banggai.*iskandar

Pemda Diminta Selesaikan Kasus Uso

MEDIA BANGGAI-Luwuk. Pemerintah daerah Kabupaten Banggai diminta untuk mampu menyelesaikan kasus sengketa lahan di Uso Kecamatan Batui, antara PT DSLNG dengan sejumlah warga yang masih mengklaim kepemilikan tanah, agar tidak mengganggu proses pekerjaan investor yang saat ini berjalan.
Hal ini ditegaskan Ketua Komisi C DPRD Banggai Sukri Djalumang Rabu (10/10) kemarin di kantornya, menanggapi adanya pendudukan lahan oleh warga di areal proyek pembangunan kilang gas LNG di Uso dalam beberapa hari terakhir.
Menurut dia, pemerintah daerah tidak bisa lepas tangan dan membiarkan perusahaan harus berhadap-hadapan dengan warga. “Jangan sampai nanti terjadi benturan, baru kemudian pemerintah sibuk. Jadi jangan biarkan DSLNG berlawan-lawanan dengan warga di lokasi, karena ini akan merugikan perusahaan dan warga,” kata dia.
Ia mengatakan, harus ada ketegasan dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah tanah di Uso itu, sebab ketika masalah itu dibiarkan, maka akan mengganggu proses investasi, mengganggu tahapan pekerjaan investor, dan akhirnya menghambat masuknya penerimaan negara, khususnya penerimaan bagi Kabupaten Banggai.
Politisi Partai Golkar ini meminta Pemda kembali melakukan proses mediasi antara warga dengan perusahaan, karena masih ada warga yang mengklaim kepemilikan tanah, sementara perusahaan menganggap bahwa mereka sudah menyelesaikan pembayarannya.
“Hal ini tidak dapat dibiarkan oleh pemerintah, sebab fungsi pemerintah adalah menjadi perantara dalam penyelesaian masalah antara investor dengan rakyat. Jangan nantinya eskalasi masalahnya meluas dan kegiatan perusahaan juga terhenti, baru pemda kalangkabut,” tutur dia.*iskandar

Tunjangan Profesi 31 PNS Ditangguhkan

MEDIA-BANGGAI-Salakan. Guna menertibkan kinerja guru, kepala sekolah maupun pengawas, Dinas Dikpora Banggai Kepulauan memberlakukan penangguhan tunjangan profesi terhadap PNS yang malas menjalankan tugas mereka. Dan buktinya, puluhan pegawai negeri sipil lingkup Dinas Dikpora Bangkep terpaksa gigit jari, akibat tunjangan mereka ditangguhkan.
Penangguhan tunjangan puluhan PNS karena dinilai telah melakukan pelanggaran keras, salah satunya adalah tidak aktif dalam menjalankan tugas. Kadisdikpora Bangkep Drs Sudarlim Tiraio dikonfirmasi diruang kerjanya Rabu (10/10) kemarin menyebutkan saat ini sudah ada 31 PNS yang tunjanganya ditangguhkan yakni guru , kepala sekolah maupun tenaga pengawas, yang tidak menjalankan .
“ Penangguhan pembayaran tunjuangan profesi, karena mereka lakukan pelanggaran keras, bisa dicairkan ketika mereka mau membuat surat pernyataan,” katanya.
Dikatakanya, 31 nama yang ditangguhkan pembayaran tunjangan profesi tahun 2012 adalah berinitial AU, Hm, Hu, SN, HSo, MNP, BS,WM, BS, YM, St, TJM, Dh, ANM, Tm, Ar, MHR, SP, SP, AS, LM, Um, Ak, SY, Sy, YP, PE, SL, MT, SH dan ET.
Puluhan PNS yang namanya disebutkan harus membuat surat pernyataan, berupa pengakuan kalau selama ini lalai menjalankan tugas. Selain itu, pengakuan untuk tidak mengulanginya lagi. Surat pernyataan tersebut juga ditanda tangani diatas materai 6000. Ia mengatakan, bila terulang lagi, tidak menutup kemungkinan akan dipecat secara tidak hormat, sesuai PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin pegawai Negeri Sipil. *AL

4 Calon Ketua KNPI Cabut Nomor

MEDIA BANGGAI-Luwuk. Empat kandidat ketua KNPI Banggai yang akan bertarung di Musda akhir pekan ini, masing-masing Mutaqin Suling, Syafrudin Hinelo atau Didi, Batia Sisilia Hajar dan Rommy Botutihe, Rabu petang (10/10) kemarin secara resmi memperoleh nomor urut calon, menyusul prosesi pencabutan nomor urut yang dilaksanakan stering comite Musda di gedung Transito Luwuk.Dari prosesi pencabutan nomor urut calon itu, Syafrudin atau Didi Hinelo memperoleh nomor urut 1, Batia Sisilia memperoleh nomor urut 2, Mutaqin Suling meraih nomor urut 3 dan Rommy Botutihe memperoleh nomor urut 4.
Prosesi pencabutan nomor urut yang dilaksanakan stering comite dan diawasi langsung Safari Yunus dan Djufrie R. Diko sebagai ketua dan sekretaris DPD KNPI Banggai saat ini berlangsung meriah karena dihadiri masing-masing OKP pendukung maupun simpatisannya.
Sebelum pencabutan nomor urut, para kandidat sempat memperkenalkan diri masing-masing lengkap dengan pengurus kecamatan KNPI dan organisasi kemasyarakatan pemuda yang menjadi pengusungnya hingga menjadi calon.
Usai pencabutan nomor urut, para kandidat yang sudah ditetapkan secara resmi itu kemudian menandatangani surat pernyataan siap menang dan siap kalah. Layaknya prosesi pada pada tahapan Pilkada, aplaus dan dukungan simpatisan saling bersahut-sahutan di gedung yang berlokasi di jalan RE Martadinata Kelurahan Karaton itu.
Musda KNPI sendiri akan berlangsung selama dua hari pada sejak Jumat malam hingga Sabtu (12-13/10) pekan ini.*iskandar

Dishut Lemah, Kayu Bangkep ‘Hanyut’ ke Luwuk

MEDIA BANGGAI-Luwuk. Kabupaten Banggai Kepulauan yang menyimpan begitu banyak potensi sumber daya alamnya berupa kayu, akhir-akhir ini sering luput dari amatan petugas Polisi Hutannya. Bahkan kayu bernilai tersebut dengan mudah menyeberang laut keluar daerah, hal itu terbukti dengan lolosnya satu buah kapal motor pengangkut kayu illegal tersebut dari bumi trikora yang berhasil digagalkan oleh Polhut Kabupaten Banggai, Rabu (10/10) kemarin. Ditengarai lolosnya kayu illegal tersebut bukan kali ini saja.
Salah seorang sumber media ini yang berprofesi sebagai nelayan mengatakan, dirinya pernah beberapa kali melihat kapal motor yang sarat muatan yang diduga kayu keluar dari Kabupaten Bangkep menuju Luwuk. Bahkan sumber bersama rekannya pernah melakukan pengejaran, namun lolos karena kapal pengangkut kayu tersebut dibekali dengan mesin berkekuatan besar.
“Kalau ini cuma sedikit, yang lalu saya liat dengan teman-teman lebih banyak dari ini, sayangnya waktu kami kejar kapalnya lebeh laju dari torang pe katinting, kayu ini diangkut dari pedesaan Kabupaten Bangkep tanpa melalui darat tetapi langsung dimuat kedalam kapal motor,” ungkap sumber sambil menunjuk kayu yang tengah diamankan petugas Polhut.
Sejumlah warga Bangkep yang kebetulan menyaksikan diamankannya kayu tersebut oleh petugas Polhut Banggai, ketika dimintai keterangannya berharap agar Dishut Bangkep segera melakukan langkah nyata dalam memproteksi keluarnya kayu dari Bangkep tanpa adanya pendapatan bagi daerah. Bahkan mereka meminta agar pelaku illegal loging ditindak dengan tegas. *irwan

Sikap KBP3 Tunggu ‘Signal’ Kandidat

MEDIA BANGGAI-Luwuk. Warung Kontaraan milik Lahmudin Massa yang menjual makanan khas ikan air tawar yang berada di Kelurahan Bungin, bakal jadi saksi arah kebijakan Keluarga Besar Putra Purti Pensiuanan Polri (KBP3) pada Musyawarah Daerah Komiten Nasional Pemuda Indonesia nanti. Pasalnya Rabu (10/10) kemarin ditempat itu digelar rapat pleno yang dihadiri seluruh unsur pimpinan resort.
Lahmudin Massa atau biasa disapa Idin yang menjabat sebagai wakil ketua I pada KBP3 mengatakan, rapat pleno penentu arah kebijakan KBP3 dalam Musda KNPI Sabtu (13/10) depan akan ditentukan ditempat ini. Rapat itu dilakukan terkait suara KBP3 yang memiliki satu hak pilih pada Musda nantti akan dibawa kepada kandidat siapa. Terkait rekomendasi sebelumnya kepada salah satu kandidat, Idin mengatakan itu belum final, pasalnya keputusan itu belum dirapatkan oleh unsur pimpinan resort KBP3.
“Rekomendasi sebelumnya kepada salah satu kandidat belum final karena belum dirapatkan dengan seluruh unsur resort KBP3, maka malam ini melalui rapat pleno akan ditentukan siapa kandidat yang bakal didukung oleh KBP3, dalam pemilihan ketua KNPI nanti,” jelas Idin.
Idin yang terus dihubungi melalui handphonennya mengatakan Rapat Pleno berjalan dengan alot, pasalnya penentuan dukungan kandidat ketua KNPI oleh KBP3 satu dan lainnya berbeda, sehingga sedikit terjadi perdebatan sengit menentukan siapa kandidat yang akan disokong KBP3 nanti.
“Masih alot ini rapat, belum ada nama final yang didukung penuh KBP3 sebagai calon ketua KNPI nanti pada Musda KNPI, suara KBP3 hingga saat ini masih belum mufakat,” kata Idin melalui pesan singkat.
Rapat pleno yang digelar hingga pukul 23.00 wita itu, akhirnya berakhir deadlock, pasalnya hingga berakhirnya rapat belum ada suara mufakat terhadap kandidat ketua KNPI yang bakal memperoleh suara KBP3. Pada pesan singkatnya yang terakhir Idin menulis, saat ini KBP3 menunggu pinangan kandidat yang serius ingin memperoleh dukungan suara penuh KBP3. *irwan

Danrem 132 Tadulako Buka TMMD ke-89

MEDIA BANGGA-Luwuk.Pada acara pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-89 tahun anggaran 2012, rombongan Danrem 132 Tadulako Palu yang tiba di lokasi kegiatan di Kecamatan Lobu Kabupaten Banggai sekitar pukul 09.30 wita itu, langsung disambut dengan tarian adat suku Saluan yakni tarian umapos atau lebih dikenal dengan nama tarian cakalele, kemudian disusul dengan tarian mobalot atau penjemputan.Pembukaan kegiatan TMMD ke-89 dilakukan oleh Danrem 132 Tadulako Palu Kolonel Inf Marga Taufiq yang bertindak selaku inspektur upacara, Rabu (10/10) kemarin di Lobu. Upacara pembukaan yang dihadiri oleh Bupati Banggai Sofhian Mile, sejumlah pejabat Pemda, jajaran TNI/Polri, sejumlah kepala SKPD dan para undangan serta masyarakat Kecamatan Lobu.
Acara pembukaan yang diawali dengan pembacaan laporan singkat rencana kegiatan TMMD ke-89 tahun anggaran 2012 oleh Dandim 1308 Luwuk Banggai Letkol ARH Sonny Septiono, disusul dengan penandatanganan surat penyerahan proyek dari Bupati Banggai kepada Dandim 1308 Luwuk Banggai, kemudian penyerahan alat kerja perkebunan secara simbolis oleh Danrem 132 Tadulako Palu berupa sekop, cangkul dan gergaji kepada peserta TMMD.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan kegiatan bakti sosial yang diperuntukan bagi masyarakat Kecamatan Lobu diantaranya sunatan masal, pengobatan gratis dan pelayanan KB kesehatan.
Dalam laporan singkat rencana kegiatan TMMD ke-89 tahun anggaran 2012 diuraikan, dengan maksud dan tujuan untuk memberikan gambaran tentang kegiatan TMMD ke-89 tahun 2012 yang akan dilaksanakan di Kecamatan Lobu Kabupaten Banggai.
Jika sebelumnya pelaksanaan pembukaan kegiatan TMMD dilaksanakan secara terpusat di salah satu wilayah perbatasan barat, diantaranya TMMD ke-87 di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur, TMMD ke-88 di Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat dan TMMD ke-89 di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur, maka memasuki tahun ke-33, pelaksanaan pembukaan TMMD ke-89 tahun 2012 dilaksanakan secara serentak di 61 wilayah kabupaten dan kota diseluruh Indonesia.
“Saya berharap pada pelaksanaan kegiatan TMMD yang telah memasuki tahun ke-33 pada tahapan ke-89 ini, betul-betul menyentuh perbaikan kehidupan masyarakat di daerah. Sehingga dari waktu ke waktu roda perekonomian daerah akan semakin membaik,” ucap orang nomor satu dijajaran Korem 132 Tadulako Palu ini dalam sambutannya.
Marga mengatakan, pada penyelenggaraan TMMD ke-89 kali ini terdapat 61 sasaran terutama di daerah pedesaan, daerah rawan bencana dan pulau terluar, serta daerah kumuh perkotaan yang sangat membutuhkan bantuan dan perhatian pemerintah. Sementara sasaran fisik program TMMD diarahkan pada pembangunan infrastuktur, sarana dan prasarana yang berlangsung menyentuh kepentingan masyarakat. Sedangkan sasaran nonfisik diarahkan pada kegiatan yang dapat menggugah kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ia juga mengatakan, sebagai program lintas sektor secara terpadu, program TMMD dirancang dengan melibatkan TNI, kementrian, lembaga pemerintah non kementrian dan pemerintah daerah serta segenap lapisan masyarakat. Keterpaduan berbagai komponen tersebut akan mampu menyerap aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah.
Sebab kegiatan ini kata dia, pelaksanaanya dengan mekanisme perencanaan secara Bottom Up serta peranan dan kerjasama yang sinergis merupakan penentu keberhasilan TMMD.
“Melalui program TMMD ini, mari kita tingkatkan sinergitas kegiatan dan kerjasama antara TNI, POLRI, kementrian/lembaga pemerintah non kementrian, pemerintah daerah dan segenap komponen masyarakat untuk mewujudkan percepatan pembangunan di pedesaan menuju masyarakat yang damai dan sejahtera,” tukasnya.*cr-emy

Danrem Kunjungi Lokasi Perkemahan

MEDIA BANGGAI-Luwuk.Sebanyak 485 orang peserta pramuka tingkat penggalang SD, SMP dan penegak SMA dari kwartir ranting (Kwaran) Kecamatan Lobu Kabupaten Banggai, dalam kegiatan perkemahan yang rencananya digelar selama lima hari tersebut, turut mendukung pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-89 tahun anggaran 2012 di Kecamatan Lobu.
Selain peserta pramuka dari Kwaran Lobu, sebagian peserta pramuka dari Kwaran Pagimana juga turut berpartisipasi memeriahkan kegiatan tersebut.
“Selain mendukung kegiatan TMMD ke-89 ini, peserta pramuka juga diberikan bekal kepramukaan pada perkemahan ini, yang dijadwalkan akan berlangsung selama satu minggu kedepan,” tutur Sekretaris Kwarcab Banggai Chaerudin Datu Adam, ditemui media ini di lokasi perkemahan, Rabu (10/10) kemarin.
Usai meresmikan dan membuka langsung kegiatan TMMD ke-89, Rabu (10/10), Danrem 132 Tadulako Palu Kolonel INF Marga Taufiq bersama rombongan mengujungi lokasi perkemahan. Rombongan Danrem disambut oleh peserta pramuka dengan menyanyikan lagu selamat datang. Peserta pramuka dari tingkat penegak memberikan sebuah atraksi kesenian.
Pada kunjungan itu, Danrem juga memberikan sebuah hadiah tatap muka dengan menyanyikan beberapa lagu. Kunjungan yang berlangsung kurang lebih setengah jam itu, dilanjutkan dengan mengunjungi semua tenda peserta pramuka.*cr-emy

Kegiatan Fisik TMMD Mulai Dikerja

MEDIA BANGGAI-Luwuk.Seminggu sebelum pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-89 tahun anggaran 2012 yang dilaksanakan di Kecamatan Lobu Kabupaten Banggai, kegiatan fisik sudah mulai dikerjakan pada Pra TMMD.
Pelaksanaan kegiatan ini sasaran fisik program TMMD diarahkan pada pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. Pemilihan sasaran tersebut akan menunjang kegiatan ekonomi dan pertahanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di daerah sasaran, dalam rangka menuntaskan kemiskinan. Sedangkan sasaran nonfisik diarahkan pada kegiatan yang dapat menggugah kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam laporan singkat rencana kegiatan TMMD ke-89 tahun anggaran 2012 Kodim 1308 Luwuk Banggai, kegiatan fisik yang dilaksanakan diantaranya pembangunan jalan kerikil lingkar Desa Lobu-Bolobungkang dengan panjang 700 meter, pembangunan kantor Desa Lobu 1 unit, pembangunan kantor Desa Lambuli 1 unit, pembangunan drainase Desa Lobu dan Desa dan Desa Bolobungkang masing-masing panjang 236 meter.
Sementara kegiatan non fisik yakni penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas, penyuluhan kehutanan, penyuluhan kerukunan antar umat beragama, penyuluhan pendidikan pemuda dan olahraga, penyuluhan pemberdayaan masyarakat, penyuluhan perikanan dan kelautan, penyuluhan kesehatan serta penyuluhan pertanian dan peternakan.
Jumlah keseluruhan Personil yang terlibat dalam TMMD ke-89 sebanyak 150 orang, masing-masing Kodim 1308/LB sebanyak 70 orang, Kipan-C Yonif 714/SM sebanyak 40 orang, Makorem 132 Tadulako Palu sebanyak 10 orang, Lanal Palu sebanyak 10 orang, Polres Banggai sebanyak 10 orang dan Pemda Banggai sebanyak 10 orang.
Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan adalah untuk memberikan gambaran tentang kegiatan TMMD ke-89 tahun 2012 yang dilaksanakan di Kecamatan Lobu Kabupaten Banggai. Untuk anggaran TMMD ke-89 tahun anggaran 2012 bersumber dari Mabes TNI dan Pemda Banggai.cr-emy